Puisi Dari Penikmat Hal Konstan

Satu waktu
Kita bertemu
Baru, pikirku
Menyenangkan, memang
Mengetahui kau punya orang baru
Tuk berjalan bersama di jalan yang tampaknya tak berujung ini
 .
Lima langkah bersama
Kita saling menyapa
Lima puluh langkah
Rasanya seperti surga
 .
Seratus langkah bersama
Kini kau pusat bahagiaku
Seratus dua puluh langkah
Kau. Lari
Dan aku
Memikirkan seribu satu argumen
Yang membuatmu tega meninggalkanku
Ditemani senja
Juga sendu
 .
Dua ratus dua puluh langkah
Kau kembali berjalan bersamaku
Tanpa pernah menjelaskan
Kepergianmu seratus langkah lalu
 .
Dua ratus lima puluh langkah
Kau buatku tertawa
Kupu-kupu di perut dan kepala
Tiga ratus langkah
Kau lari
Lagi
 .
Tiga ratus tujuh puluh langkah
Kaki ku berat
Nafasku terengah
Bukan karena banyak langkah yang kutempuh
Tapi karena kau yang datang dan pergi sesuka hati
 .
Empat ratus langkah
Membuatku tersadar
Kau seorang pelari
Dan aku hanyalah pejalan
Aku tak bisa mengejarmu
Apalagi bersandar padamu
 .
Aku penikmat hal konstan
Dan pejalan yang perlahan
Sedangkan kau adalah cahaya
Yang berpindah terlalu cepat
Sebelum aku sempat menggenggam mu
 .
Seribu empat ratus empat puluh langkah
Kita bertemu lagi
Tapi rasaku
Sudah pergi
-M.H

Jumlah Mall Menjamur, Taman Kota Luntur

Sudah tak dipungkiri lagi di zaman serba modern, gaya hidup masyarakat pun berubah, terutama di kawasan ibukota. Jika dulu kita berkunjung ke taman kota untuk melepas penat, sekarang kita memilih mall (pusat perbelanjaan) sebagai sarana hiburan.

Di ibukota kita sendiri jumlah mall mencapai 103 mall (menurut Wikipedia, itupun sudah termasuk Mall Kelapa Gading yang mempunyai 4 mall, dan PIM yang mempunyai 2 mall). Bahkan menurut metro.news.viva.co.id jumlahnya mencapai 170 mall.

Ya kalau kita membicarakan angka pasti dari jumlah mall ini tidak akan ada habisnya, tapi yang pasti jumlah mall di Jakarta sendiri mencapai lebih dari 100. Padahal luas Jakarta sendiri hanya mencapai 661,5 KM2.Berarti rata-rata setiap 3.89KM2 yang kita lewati, akan ada setidaknya satu mall yang kita lihat di Jakarta.

Seharusnya jumlah mall di Jakarta dikurangi dan diganti dengan pembuatan kembali taman kota. Alasannya yang pertama adalah minimnya jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta saat ini. Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta mencatat, selama kurun waktu 2001 hingga 2012, luas ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota hanya 2.718,33 hektare. Angka ini sama saja dengan 10 persen dari total luas DKI Jakarta, yaitu 66.233 hektare.

Lalu yang kedua adalah, dampak negatif dari pembangunan mall itu sendiri. Pembangunan mall dapat menimbulkan sengketa antar penduduk setempat baik yang mendukung maupun menolak  lahan mereka digunakan untuk pembangunan mall sehingga dapat merusak hubungan antar penduduk.

Kerugian selanjutnya adalah memang kehadiran mall menyerap tenaga kerja karena memerlukan rekrutmen tenaga kerja. Tetapi sisi lain yang harus diperhatikan adalah para pekerja biasanya berasal dari para pendatang, dari luar Jakarta (merantau,red). Sehingga secara tidak langsung berpeluang menambah tingkat kepadatan penduduk ibukota dan membutuhkan tingkat pemukiman yang lebih banyak.

Kita ambil contoh suku Batak. Hasil sensus Badan Pusat Statistik tahun 2010 mencatat, jumlah orang Batak di Jakarta mencapai 326.332 orang. Sedangkan jumlah seluruh penduduk Jakarta pada tahun yang sama mencapai sekitar 9.608.000 jiwa. Berarti jumlah populasi orang Batak di Jakarta mencapai 3% penduduk Jakarta. Jangan lupakan fakta bahwa menurut sensus BPS tahun 2010 terdapat 1340 suku bangsa di Indonesia yang berarti masih banyak suku lain yang sedang merantau di Jakarta.infographic-jakartas-malls-1

Kerugian mall yang cukup krusial yaitu pudarnya pasar tradisional di kalangan masyarakat. Jumlah pedagang tradisional semakin hari semakin berkurang akibat kalah bersaing dengan pasar modern yang memberi kenyamanan yang lebih. Sebagai catatan dari 37 pasar tradisional yang ada di kota bandung hanya ada dua pasar yang tingkat huniannya diatas 75%, sisanya hanya mempunyai tingkat hunian dibawah 50%.

Yang ketiga, adalah manfaat dari taman kota itu sendiri. Pertama, taman kota dapat mengurangi resiko banjir. Penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH, dalam kasus ini RTH dalam bentuk taman kota) dapat menjamin tersedianya kawasan pengendalian air  dengan adanya kolam retensi (tempat menampung dan menyerap air hujan).

Yang kedua, taman kota berfungsi sebagai paru-paru kota. Taman kota berfungsi sebagai produsen oksigen dan memperbaiki kualitas oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan  mampu terus-menerus menyerap dan mengolah gas karbondioksida (CO2), sulfur oksida (SO2), ozon (O3), nitrogendioksida (NO2), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) yang merupakan 80 persen pencemar udara kota dan menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk dikonsumsi 1.500 penduduk per hari.

Terakhir, taman kota juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dan bagus untuk kesehatan mental. Taman kota dapat mengurangi ketegangan dan stress setelah melakukan rutinitas sehari-hari, dan dapat menimbulkan perasaan damai karena ditemani pepohonan yang rindang.

Jadi, ayo tingkatkan jumlah taman kota di ibukota tercinta!

 

 

Writer: Mario Hartanto

Sumber:

Wikipedia

Viva.metro.news.co.id

Megapolitan.harianterbit.com

http://www.cyapila.com/2014/09/12/jakarta-kota-mal/

http://bappedajakarta.go.id/wp-content/uploads/2015/04/penduduk.jpg

https://blhkabsukabumi.wordpress.com/2013/11/06/potensi-dampak-lingkungan-bangunan-komersil-mall-ruko/

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/02/03/09135265/Melacak.Jejak.Batak.di.Jakarta

http://m.inilah.com/news/detail/1191532/jumlah-penduduk-di-jakarta-tidak-ideal

http://rikuroku-valerinasoulz.blogspot.co.id/2010/10/dampak-pembangunan-mall-di-indonesia.html

http://www.kompasiana.com/ifaavianty/manfaat-taman-kota-untuk-lingkungan-dan-pendidikan-karakter_560acacb66afbdaa048b456c

https://wisataman.wordpress.com/tag/fungsi-taman-kota/

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=369054&val=7990&title=FUNGSI%20PSIKOLOGIS%20TAMAN%20KOTA

14 hari

14 Hari

Sejak terakhir ku menulis

Hampir tamat diriku bercerita

Tinggal sisa 1 hari

Tiba-tiba

Masalah pun datang

Smartphone ku

Menemukan  ajalnya

14 hari

Kurang lebih

Diriku tanpa smartphone

Rasanya seperti

Kehilangan rutinitas

Tapi

Menemukan diri sendiri

Pada saat bersamaan

Dibalik kehilangan

Aku menemukan

Yang tak pernah kubayangkan

-Mario H.

Jika aku tak sekolah

Jika aku tak sekolah

I can’t write this line with english

Jika aku tidak sekolah

Maka tulisanku tidak sesuai EYD

Jika aku tak sekolah

Mungkin temanku hanya tetangga

Lebih parah lagi hanya saudara

Memang

Jika aku tak sekolah

5 pagi tak perlu bangun

Bersantai menonton kartun

Tapi

Jika aku tak sekolah

Dangkal wawasanku

Dan sempit pikiranku

Sekolah bukan tentang

Bangunan tingkat empat

Dinding yang bersekat

Dan materi yang  penat

Tapi sekolah tentang

Disiplin diri mengejar waktu

Meski hati ini ragu

Belajar dari masa lalu

Membentu diri yang tangguh

-Mario H.

Hari pertama

Hari pertama

Mataku langsung terpana

Melihat kau ada disana

Memasuki gerbang sekolah

Sudah lama tak berjumpa

Apalagi bertatap muka

Membuatku berseri-seri

Melihat wajahmu menghampiri

Oh hari pertama

Begitu indahnya

Membuatku susah lupa

-Mario H

#7haribercerita